Showing posts with label Artikel olahraga. Show all posts
Showing posts with label Artikel olahraga. Show all posts

Friday, May 16, 2014

PASSING PADA BOLA VOLL



Secara Umum Passing Dibedakan menjadi Dua yaitu Passing Atas dan Passing Bawah.
A.  Passing Atas.
Dalam bola voli passing atas merupakan passing yang terpenting, dan harus dikuasai oleh setiap pemain. Dengan melakukan passing atas maka bola yang dimainkan akan terarah baik dan sering memenuhi sasarannya. Selain merupakan cara terbaik untuk mengirimkan bola kearah pemain yang berada dekat net (set-uper). Cara ini juga berlaku dalam memberikan umpan kepada spiker yang akan melancarkan serangan. Adapun cara untuk melakukan passing atas adalah :

Permainan Bola Voli



“Permaianan bola voli diciptakan oleh William G. Morgaan tahun 1895. Dia adalah seorang Pembina pendidikan jasmani pada Young Man Christian Assocaation (Y.M.C.A) di kota Holkyoke, Massachucesset, Amerika serikat. Nama pemain semula “Mintonette” dimana pemainnya hampir serupa badminton. Jumlah pemain disini tak terbatas sesuai dengan tujuan semula untuk mengembangkan kesegaran jasmani para buruh disamping bersenam umum” (Danu Budhiarta, 2008:2).

Belajar dan Pembelajaran

“Belajar merupakan proses manusia untuk mencapai berbagai macam kompetensi, keterampilan, dan sikap’ (Baharudin dan Esa Nur Wahyuni, 2010:11). “Belajar merupakan aktivitas yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan perubahan dalam dirinya melalui pelatihan-pelatihan atau pengalaman-pengalaman” (Baharudin dan Esa Nur Wahyuni, 2010:12). Menurut Gage (dalam Ratna Wilis Dahar, 1989:11) menyatakan, “belajar dapat didefinisikan sebagai suatu proses dimana suatu organisme berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman”.
Fudyartanto (dalam Baharudin dan Esa Nur Wahyuni, 2010:13) menyatakan,
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, secara etimologis belajar memiliki arti ‘berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu’. Definisi ini memiliki pengertian bahwa belajar adalah sebuah kegiatan untuk mencapai kepandaian atau ilmu. Disini, usaha untuk mencapai kepandaian atau ilmu merupakan usaha manusia untuk memenuhi kebutuhanya mendapatkan ilmu atau kepandaian yang belum dipunyai sebelumnya. Sehingga dengan belajar itu manusia menjadi tahu, memahami, mengerti, dapat melaksanakan dan memiliki tentang sesuatu.

“Sedangkan menurut Hilgrad dan Bower, belajar (to learn) memiliki arti: 1) to gain knowledge, comprehension, or mastery of trough experience or study; 2) to fix in the mind or memory;memorize; 3) to aquire trough experiemce; 4) to become in forme of to find out”(Fudyartanto dalam Baharudin dan Esa Nur Wahyuni, 2010:13). Menurut definisi tersebut, belajar memiliki pengertian memperoleh pengetahuan atau menguasai pengetahuan melalui pengalaman, mengingat, menguasai pengalaman dan mendapatkan informasi atau menemukan. Dengan demikian belajar memiliki arti dasar adanya aktivitas atau kegiatan dan penguasaan tentang sesuatu.
Berdasarkan beberapa defenisi di atas, yang dimaksud dengan belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku seseorang, baik aspek pengetahuannya, keterampilannya maupun aspek sikapnya. Kriteria keberhasilan dalam belajar diantaranya ditandai dengan terjadinya perubahan tingkah laku pada diri individu yang belajar.
Rochman Natawidjaja dan Moein Moesa (1993:23), menyatakan ”Pembelajaran adalah upaya pembimbingan terhadap siswa agar siswa itu secara sadar dan terarah berkeinginan untuk belajar dan memperoleh hasil belajar sebaik-baiknya, sesuai dengan keadaan dan kemampuan siswa yang bersangkutan” . Dari pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran merupakan suatu proses pembimbingan pengetahuan dan keterampilan belajar atau sikap baru pada saat siswa berinteraksi dengan informasi dan lingkungan untuk meraih hasil sebaik-baiknya.
Depdiknas, (2006: 163) menyatakan,
Penjasorkes merupakan media untuk mendorong pertumbuhan fisik, perkembangan psikis, keterampilan motorik, pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai-nilai (sikap, mental, emosional, sportivitas, spiritual dan sosial), serta pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan kualitas fisik dan psikis yang seimbang.

Tuesday, May 1, 2012

Sejarah Bulutangkis


Permainan Battledore and Shuttlecock pada tahun 1854. Olah raga yang dimainkan dengan kok dan raket, kemungkinan berkembang di Mesir kuno sekitar 2000 tahun lalu tetapi juga disebut-sebut di India dan Republik Rakyat Cina. Nenek moyang terdininya diperkirakan ialah sebuah permainan Tionghoa, Jianzi yang melibatkan penggunaan kok tetapi tanpa raket. Alih-alih, objeknya dimanipulasi dengan kaki. Objek/misi permainan ini adalah untuk menjaga kok agar tidak menyentuh tanah selama mungkin tanpa menggunakan tangan. Di Inggris sejak zaman pertengahan permainan anak-anak yang disebut Battledores dan Shuttlecocks sangat populer. Anak-anak pada waktu itu biasanya akan memakai dayung/tongkat (Battledores) dan bersiasat bersama untuk menjaga kok tetap di udara dan mencegahnya dari menyentuh tanah. Ini cukup populer untuk menjadi nuansa harian di jalan-jalan London pada tahun 1854 ketika majalah Punch mempublikasikan kartun untuk ini.
Penduduk Inggris membawa permainan ini ke Jepang, Republik Rakyat Cina, dan Siam (sekarang Thailand) selagi mereka mengolonisasi Asia. Ini kemudian dengan segera menjadi permainan anak-anak di wilayah setempat mereka. Olah raga kompetitif bulu tangkis diciptakan oleh petugas Tentara Britania di Pune, India pada abad ke-19 saat mereka menambahkan jaring dan memainkannya secara bersaingan. Oleh sebab kota Pune dikenal sebelumnya sebagai Poona, permainan tersebut juga dikenali sebagai Poona pada masa itu. Para tentara membawa permainan itu kembali ke Inggris pada 1850-an. Olah raga ini mendapatkan namanya yang sekarang pada 1860 dalam sebuah pamflet oleh Isaac Spratt, seorang penyalur mainan Inggris, berjudul "Badminton Battledore - a new game" ("Battledore bulu tangkis - sebuah permainan baru"). Ini melukiskan permainan tersebut dimainkan di Gedung Badminton (Badminton House), estat Duke of Beaufort's di Gloucestershire, Inggris.
Rencengan peraturan yang pertama ditulis oleh Klub Badminton Bath pada 1877. Asosiasi bulu tangkis Inggris dibentuk pada 1893 dan kejuaraan internasional pertamanya berunjuk-gigi pertama kali pada 1899 dengan Kejuaraan All England. bulu tangkis menjadi sebuah olah raga populer di dunia, terutama di wilayah Asia Timur dan Tenggara, yang saat ini mendominasi olah raga ini, dan di negara-negara

Organisasi Pertandingan, Sistem "Gugur Ganda"


Pengertian Sistem gugur
Sistem gugur ialah tatacara pelaksanaan pertandingan yang menetapkan bahwa peserta yang telah kalah pada babak pendahuluan atau babak sebelumnya tidak berhak mengikuti pertandingan mengikuti pertandingan tahap selanjutnya.
 Sebagai contoh, sebuah regu atau Seorang pemain yang telah kalah dalam babak penyisihan tidak bisa bertanding pada babak selanjutnya. Hasil akhir yang diperoleh ialah peraih gelar juara, pertama dan, kedua ditentukan dalam babak akhir. Bahkan juga ditetapkan juara ketiga dan keempat sesuai dengan kebutuhan.

sistem gugur ganda
Sistem gugur ganda adalah usaha untuk mengurangi kelemahan dari sistem gugur tunggal, dengan ketentuan peserta yang sudah mengalami kekalahan dua kali dianggap gugur serta tidak boleh melanjutkan pertandingan pada babak berikutnya. gugur ganda  peserta yang telah kalah satu kali masih memiliki kesempatan  bertanding kembali sampai dengan gugur dua kali .
Sistem ini juga dinamakan sistem Amerika, yaitu peserta yang menang akan bergeser ke arah kanan dan yang kalah bergeser ke kiri. Peserta yang menang akan bertanding lagi dengan yang menang dan yang kalah akan bertanding dengan yang kalah. Jika peserta telah mengalami 2 kali kalah maka dianggap gugur. Penentuan juara biasanya dilakukan dengan perjanjian, apakah pemenang dari kelompok yang menang akan bertanding lagi dengan pemenang dari kelompok kalah atau pemenang dari kelompok yang menang langsung menjadi juara.
Untuk menetapkan suatu pertandingan menggunakan sistem gugur tunggal ataukah sistem gugur ganda, harus didasarkan pada waktu   dan dana pendukungnya. Untuk melaksanakan sistem gugur ganda perbedaannya hanya pada bentuk bagan atau skemanya, namun dalam hal menempatkan peserta tidak ada bedanya, dengan seeded atau dengan undian, serta pada angka mana, sama saja.
Sistem gugur ganda dengan babak kesempatan kembali merupakan sistem gugur ganda yang memberi kesempatan kembali kepada juara kelompok kalah agar dapat bertanding kembali dengan juara kelompok menang ketentuan sistem gugur ganda ini adalah Kalah dua kali dikatakan “gugur”
Skema atau bagan hampir sama dengan sistem gugur tunggal, perbedaanya pada skema atau bagan pertandingan tersebut bahwa peserta yang menjadi juara pada kelompok kalah, bertanding kembali melawan juara kelompok pemenang (kesempatan kembali). Selanjutnya, bila juara kelompok kalah pada waktu bertanding kembali mengalami kekalahan, maka pertandingan tersebut selesai karena sudah dua kali mengalami kekalahan. Akan tetapi, sebaliknya bila juara kelompok pemenang tersebut kalah, maka yang terjadi adalah juara kelompok pemenang baru satu kali kalah, jadi harus diulang sampai salah satu kalah.
Sistem gugur dengan babak kesempatan kembali ini diterapkan oleh beberapa cabang olahraga, tetapi ada perbedaan antara satu cabang olahraga dan lainnya.Sistem ini banyak digunakan oleh cabang beladiri, antara lain cabang-cabang berikut. Judo kepada pemain yang pernah dikalahkan oleh finalis diberi kesempatan untuk bertanding diantara mereka. Anggar dari jumlah 16 peserta, mendapatkan 4 orang pemenang dari kelompok pemenang sebagai finalis, sedangkan untuk kelompok kalah diambil 4 orang sebagai finalis pula. Kedelapan finalis tersebut dipertandingkan ulang dengan menempatkan pemain pada bagan atau skema pertandingan atas dasar nilai yang diperoleh selama mereka bertanding. Kemungkinan, peserta yang pernah berhadapan akan berhadapan kembali. Namun yang jelas, peserta yang paling tinggi nilainya akan berhadapan dengan peserta yang paling rendah nilainya, peserta dengan nilai terendah kedua akan berhadapan dengan peserta nilai tertinggi kedua, dan seterusnya.